dasar copet…

cerita ini di alami oleh teman istriku sewaktu pulang kerja,  dia naik angkot dari kantor yang pasti menuju rumahnya. di angkot sudah pasti berdesakan dan “padempet” , penumpangnya campuran , yang di maksud adalah ada laki, perempuan , tua dan muda… di tengah perjalanan , sialnya dia memergoki seorang perempuan penumpang hendak di copet  dan dengan rasa kemanusiaan yang tinggi dan rasa sesama perempuan, dia berteriak  dan memberitahu si korban bahwa dompetnya telah berpindah tangan… dan selamatlah dia dari korban pencopetan yang oleh si copet dikatakan bahwa dompet tersebut jatuh dengan sendirinya… tapi kemudian terjadilah kejadian berikutnya yang mengakibatkan kawan istri saya “rada trauma” naik angkot. ceritanya kira-kira begini :

copet : lu seenaknya aja neriakin aku copet, sudah bosan hidup ya…

vie(nama temn istriku) : lho… bukan aku saja yang lihat kan…”

copet :  mana buktinya… ( dia berkata sambil melayangkan tamparannya ke muka vie… si vie kaget dan berteriak minta tolong )

vie : lho…koq… kenapa nampar aku toloooong… tolong…

tapi sesuatu yang mengagetkan dunia per-nuranian adalah… ternyata tak seorangpun yang menolongnya… bahkan perempuan yang  “seharusnya” jadi korban copet diam sambil pura-pura tidak tahu dan pasti dia amat  ketakutan juga…

copet : silahkan minta tolong saya akan pukul kamu… (dia berkata sambil memepetkan badannya ke badan si vie, hingga tersudut di pojok angkot..)

vie : ampun pak…ampun…

semua terdiam dan tak bereaksi sama sekali… tapi akhirnya horor tersebut berakhir setelah sopir memberhentikan mobilnya karena ada yang mau naik… segera saja si vie turun dan lari sambil lupa membayar angkot..

cerita di atas sebenarnya tidak seratus persen persis sama, tapi kejadian tersebut adalah benar-benar terjadi, saya jadi heran… sudah begitu individualiskah masyarakat kita saat ini, sehingga ketika ada suatu kejadian yang terjadi di depan mata, mereka acuh seolah tak terjadi apa-apa.  istriku bilang bahwa sekarang kita jadi hidup seperti di jaman pra sejarah… yang segala seseatunya harus di perjuangkan sendiri… apa masih adakah rasa empati terhadap penderitaan orang… bila ada apakah benar-benar tulus atau ada sesuatu yang di maksud… yang jelas adalah si vie hingga cerita ini di muat masih gemetaran bila melihat angkot, dan selalu di antar oleh bapaknya baik itu pergi atau pulang… moga saja lekas sembuh traumanya ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s