jum’at kemarin bisa di sebutkan sebage jum’at horor. mau horor gimana, sejak semalem (malem jum’at) istriku yang lagi hamil 5 bulan badannya panas dingin, keringetan, sakit perut yang terus-terusan yang kata urang sunda mah “meni murilit” kasihan banget sih tapi ya musti gimana aku gak bisa apa-apa, mau di kasih obat sakit perut takut napa-napa ke si jabang bayi, di biarin gak tega… ya paling barter di usap-usap punggungnya pake kayu putih biar rada enakan maksudnya. walhasil bergadang tuh, esok paginya ternyata istriku sakit perutnya bertambah, sekarang di tambah mencret-mencret bayangin saja dari dah solat subuh hingga jam 6.45 an terus keluar masuk wc. tadinya kepikiran juga mau langsung ke rumah sakit khawatir terjadi sesuatu hal yang…. tau ah. eh istriku gak mau, asal di “balur” pake kayu putih nanti sembuh, dia memang rada hese kalo pergi ke dokter. ya ngalah deh, tapi di wanti-wanti kalao di kantor gak kuat cepetan pulang dan langsung ke dokter.

setelah nganter istriku ngantor, aku pun ngantor juga … eh belum nyampe beberapa menit di kantorku istriku sms, katanya semua karyawan di tempat kerjanya pada keracunan makanan semaktu makan siang hari sebelumnya dan sekarang lagi di rumah sakit. ya udah, aku ijin ke atasan dan langsung ke rumah sakit dan ternyata semua pada “ngejoprak” di blangkar UGD, dengan hati cemas di cari tuh my wife, eh ga ada di UGD tapi kata satpam masih banyak di poliklinik lagi di rawat dokter. setelah dicari akhirnya ketemu dan alhamdulillah gak terlalu parah dan bisa pulang hari itu juga (ga di rawat). yang jadi permasalahan baru lagi yalah ketakutanku akan kandungan istriku, kata dokter sih ga papa, tapi eh moga aja memang ga papa, amin.

akhirnya jadi pertanyaan dalam pikiranku kalau kejadian seperti yang dialami istriku dan seluruh karyawan yakni keracunan makanan yang di sediakan perusahaan, itu sebenarnya siapa yang perlu di persalahkan, pihak katering, pihak perusahaan atau pihak karyawan yang selalu memakan apa saja yang di sediakan pihak perusahaan. dan jika terjadi sesuatu di kemudian hari apa masih ada kesempatan untuk meminta tanggung jawab terhadap mereka-mereka yang memang harus bertanggung jawab?

moga saja semua kejadian yang terjadi selalu jadi hikmah dan introspeksi bagi banyak pihak yang menjadi keharusan untuk menjaga dan memelihara kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s