Reuni

masih ingat ketika kuterima undangan reuni SMA ku yang intinya dilaksanakan hari minggu tempat pangandaran dan pendaftaran 75.000 perak.

selalu jadi perdebatan kenapa baru sekarang di adakan setelah sekitar 18 tahun, padahal sewaktu janjian dahulu paling lama 5 tahun setelah lulus kita harus reuni, ya.. tidak menutup kemungkinan bahwa tiap orang pasti punya kesibukan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan. 

tapi sebenarnya yang paling mengejutkan adalah perubahan yang terjadi di antara kawan- kawan, aku rasa hanya diriku lah yang sedikit berubah…(mungkin hanya dari berat badan..) tapi kenyataannya eh banyak yang bilang aku yang paling berubah dari beberapa kawan… ah aku pikir wajar toh orang berpendapat.

kira-kira perubahan yang terjadi diantara kawan…yang aku anggap sangat drastis adalah sbb:

– Agus sewaktu sekolah terkenal anak badung, tukang mabok en mabal en rada omes.. setelah sekian tahun berubah menjadi juragan beras disalah satu pasar tradisional di sumedang dan sudah bergelar Haji

– yudi dahulu kukenal sebagai anak baik yang pintar bahasa inggris setelah sekian tahun menjelma menjadi anak genk yang suka ribut, terakhir beritanya dia terlibat penusukan dalam sebuah perang antar genk dan dihukum

– ane dulu preman sekolah  yang punya ciri rambut Euis dahlianya kini jadi guru TK  dengan 3 anak 

dan sebenarnya masih banyak lagi yang bisa aku sebutkan tapi aku kira gak usah, yang sebenarnya pingin aku sampaikan adalah ternyata perubahan seseorang bisa saja terjadi pada banyak orang, orang dengan beragam pengalaman hidup bisa dengan segera mengambil hikmah dari pengalaman tersebut. sebelumnya ketika pertemuan reuni terjadi bayanganku adalah bayangan dan anggapan terhadap si a atau si b sekitar 18 tahun yang lalu, aku lupa bahwa seiring perjalanan waktu orang bisa berubah. entah itu perubahan menjadi baik atau menjadi lebih buruk. setelah aku pikir dan merenung ternyata jadi malu sendiri… koq bisa-bisanya aku punya pikiran statis seperti itu.

sekarang baru mulai terbuka bahwa untuk menjadi orang baik atau buruk tidaklah bisa kita lihat dari masa lalu yang dia kerjakan (apalagi itu masa SMA), orang yang dulu terkenal bodoh dan tidak kreatif kini menjadi pengusaha kaya, dulu yang terkenal pinter dan aktifis kini hanya menjadi orang kebanyakan yang gagal dalam kariernya (atau tudak seperti anggapan dahulu).

ya itulah hidup, segalanya memang berjalan dan mengalir bagaikan air dalam alur kehidupan, tapi dari pertemuan reuni tersebut ada semacam perasaan ketidak adilan dalam kehidupan yang dijalani. kata beberapa teman pantas saja si a maju soalnya dia itu urat emas, apapun yang di kerjakan pasti berhasil. terus pantas saja si b selalu gagal dalam hidupnya karena dia memang urat sial. yeah… mau urat emas urat batu atau urat sial Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi hambanya, dan aku yakin akan hal itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s